Minggu, 29 Maret 2015

Because FANS FOOTBALL Not Criminal

Dunia suporter memang sulit dipahami oleh kaum awam, terutama mereka yg tidak mengerti dunia sepakbola, kami dianggap sebagai manusia yg membuang buang waktu, manusia yg tidak mempunyai moral atau keburukan lain yg terus melekat pada diri kami, pada crita kali ini, saya akan membagi cerita hidup saya sebagai seorang suporter, memang umur saya masih sebiji jagung, tapi sedikit sedikit saya merasakan pahit manisnya menjadi suporter, satu kebanggan saya , ketika saya mengawal tim kebanggan saya setiap kali bertanding, kecintaan saya terhadap kota ini, kota BALIKPAPAN, saya buktikan melalui dunia sepakbola, bukan sebagai pemain , tapi sebagai suporter, pemain ke 12, di tingkat pendidikan pun, saya sering mendapat sedikit singgungan ringan dari teman -teman saya ataupun dari guru-guru saya yg menilai dunia suporter itu dunia yg buruk, bahkan saya pun harus menjaga jarak dengan wanita yg saya sukai disekolah,karena menilai bahwa saya memiliki pergaulan yg buruk, dunia suporter memang tak lepas dari loyalitas maupun rivalitas, terkadang rivalitas yg berlebihan, membuat sifat buruk dari dunia suporter itu terlihat, tapi lebih dari itu, disini kami merasakan bagaimana kerasnya kehidupan, apa itu arti kesetian , kami tidak dibayar, bahkan hobby kami pun harus mengeluarkan biaya sendiri, mungkin dimata sebagian kaum awam, kami berpenampilan mirip berandalan, kami memang bukan boyband, atau anak yg mgaya penamilannya selalu berubah mengikuti zaman, dari cerita ini, saya ingin semua kaum awam membuka matanya lebar-lebar bahwa dunia suporter bukan kriminal, kami tidak buruk, hanya manusia bodoh yg tidak mengerti dunia suporter dan pesepakbolaan yang mengecap kami sebagai berandalan, kami suporter, bukan penjahat bu , pak ! tolong hargain kami sebagai pemain ke 12 dari dunia sepakbola, tolong buka matamu bapak ibu! NO FANS NO FOOTBALL !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar